Tampilkan postingan dengan label Damar Wulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Damar Wulan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juni 2013

RATING REPORT : Hadir dengan Durasi 2 Jam dan Tanpa Jeda Iklan, Bagaimana Peforma SInetron Kolosal "Damar Wulan" Indosiar?

SENIN (17/6) malam kemarin, Indosiar kembali menocba peruntungannya dengan menayangkan sinetron kolosal di primetime. Terakhir, Brama Kumbara tayang di Indosiar Pkl.21.00 WIB dan itupun hanya dari Senin hingga Rabu. Namun mulai tadi malam, hadir Damar Wulan yang mengisi slot jam 7 malam di Indosiar. Damar Wulan menggeser slot tayang Sinema Indonesia yang biasanya mengisi slot ini, di mana akhirnya Sinema Indonesia tayang jam 9 malam.

Nah ada yang unik dari penayangan perdana Damar Wulan ini. Hadir dengan durasi selama 2 jam, sinetron ini sama sekali tidak dijeda dengan iklan, layaknya program televisi pada umumnya. Strategi ini terbilang melawan pakem dari penayangan sinetron di tv swasta. Karena tentunya tanpa iklan, tidak ada pendapatan yang masuk untuk membeli serial tersebut.

Tapi ternyata strategi Indosiar untuk merebut perhatian penonton di episode perdananya ini terbukti ampuh dan berhasil. Perhatian penonton langsung terarah pada sinetron kolosal produksi Gentabuana ini. Episode perdananya berhasil menembus 10 besar perolehan rating berdasarkan survey yang dilakukan oleh ABG Nielsen Indonesia.

Episode perdana Damar Wulan menempati peirngkat 6 dengan TVR 3,4 dan share 12,7 persen. Di segmen ALL, Damar Wulan bahkan berhasil mengalahkan sejumlah rivalnya seperti Opera Van Java, Monyet Cantik 2, Gajah Mada dan juga On The Spot.

Rasanya sudah lama sekali tidak melihat sinetron Indosiar masuk ke dalam 10 besar perolehan rating. Selama ini, Sinema Indonesia dan Take Me Out Indonesia lah yang mewakili Indosiar masuk ke dalam 10 besar dengan perolehan penonton tertinggi. Itupun rating keduanya juga tidak selalu stabil di 10 besar. Misalnya seperti Sinema Indonesia yang lebih sering menempati posisi belasan, tergantung pada pemain dan cerita yang dihadirkan. Sedangkan Take Me Out Indonesia belakangan ini juga jarang mengisis deretan 10 besar.

Gentabuana Paramitha selaku rumah produksi Damar Wulan memang adalah salah satu partner setia Indosiar. Dari era jaman 90-an, rumah produksi spesialis kolosal ini telah banyak berjasa mensukseskan Indosiar seperti sinetron kolosal Misteri Gunung Merapi dan Angling Dharma. Saat itu keduanya masih tayang mingguan (seminggu sekali).

Di era stripping, persaingan sinetron tentu berubah arah. Hampir mustahil untuk membuat sinetron kolosal di era stripping dengan tayang setiap hari layaknya seperti sinetron non kolosal. Indosiar sendiri menggandeng Soraya Intercine Film dalam memproduksi sinetron strippingnya. Judul-judul seperti Muslimah dan Inayah sukses melambungkan Indosiar kembali. Namun setelah itu, sinetron Indosiar terbilang melempem. Sampai akhirnya MD Entertaiment mengisi slot sinetron di Indosiar dan kembali menelurkan sinetron-sinetron sukses seperti Nada Cinta, Dia Anakku, Cinta Fitri Season 7, dan Antara Cinta dan Dusta. Namun kerjasama ini tidak lama setelah Indosiar dan SCTV berada dalam manajemen yang sama. MD pun hijrah ke rumah barunya di MNCTV.

Ditinggal MD Entertaiment, Indosiar kembali bekerja sama dengan Gentabuana dalam menghadirkan sinetron kolosal yang tayang setiap hari. Terbukti melalui sinetron kolosal Tutur Tinular Versi 2011, Indosiar kembali bersinar. Namun semakin melencengnya cerita Tutur Tinular Versi 2011, Indosiar kembali merosot. Judul-judul sinetron kolosal semisal Kisah 9 Wali, Layla Majnun, Ali Baba dan Brama Kumbara tidak mampu berbuah banyak di tengah gempuran sinetron milik RCTI, SCTV maupun MNCTV.

Setelah Damar Wulan tayang, Indosiar baru kembali mulai bangkit dengan sinetronnya. Namun hal ini masih terlalu dini untuk menyimpulkan kebangkitan sinetron Indosiar. Pertarungan sesungguhnya baru dimulai saat Damar Wulan yang dibintangi Ricco Verald dan Poppy Bungan ini memasuki episode-episode selanjutnya, dimana hadir dengan slot iklan juga.

Well, selamat untuk Indosiar. Semoga Damar Wulan nya tidak menjadi seperti Tutur Tinular 2011 dengan cerita 'ajaib' nya. Semoga!

Senin, 17 Juni 2013

Ini Sinopsis "Damar Wulan" Indosiar

INDOSIAR kembali hadir dengan sinetron kolosalnya di slot primetime. Mulai Senin (17/6) Serial produksi Gentabuana bertajuk Damar Wulan resmi mengisi slot jam 7 malam di Indosiar. Sejatinya, kisah Damar Wulan ini pernah beberapa kali diangkat dalam ftv yang juga ditayangkan di Indosiar. Tentunya dengan format sinetron seperti ini, tarik ulur cerita menjadi wajib dilakukan. Namun tentunya satu catatan untuk sinetron kolsal terbaru Indosiar ini. Cerita wajib dijaga agar tidak melenceng seperti kebanyakan sinetron kolosal yang diproduksi oleh Gentabuana dengan menghadirkan tokoh di luar nalar seperti Batman, Joker, Kelapa yang bisa berbicara dan sebagainya.

Suara gong tiba-tiba bergema dari arah alun-alun Kerajaan Majapahit, saat Ratu Kencana Wungu (Anindhika Widya) yang bertahta di Kerajaan Majapahit menggelar sayembara bagi siapa saja yang bisa membunuh Kebo Mancruet, pemberontak yang selama ini membuat resah dan bernafsu untuk mengguulingkan sang ratu dari tahtanya, bagi yang berhasil akan dijadikan suaminya menjadi raja di Keraton Majapahit.

Meskipun banyak pendekar tangguh yang ikut sayembara itu, tetapi belum juga ada yang berhasil mengalahkan pemberontak yang aksinya semakin menggila itu, karena Kebo Mancruet yang memang terkenal memiliki ilmu kedigdayaan yang tinggi.

Pada saat kondisi semakin mendesak itulah muncul tokoh pemuda tampan berilmu tinggi bernama Jaka Umbaran (Guntara Hidayat), lewat pertarungan seru dan alot, Jaka Umbaran akhirnya bisa mengalahkan dan membuat Kebo Mencruet bertekuk lutut dan membawa serta kepala musuhnya itu ke hadapan Ratu Kencana wungu, sambil menagih janji sang ratu yang akan menikahinya dan menjadikannya raja di Majapahit.

Bagaikan mendengar petir di siang bolong, betapa terkejutnya Jaka Umbaran, ternyata Ratu Kencana Wungu mengingkari janjinya, ia beralasan Jaka Umbaran sudah tidak gagah dan setampan dulu lagi, pasalnya kondisi Jaka Umbaran pasca bertarung mengalahkan Kebo Mancruet, telah membuatnya cacat fisik, kakinya yang dulu kuat dan kekar telah menjadi pincang dan tangannyapun patah.

Setelah menjadi cacat, Jaka Umbaran pun mengganti namanya menjadi Minak Jinggo, tetap tak mau menyerah untuk mendapatkan sang ratu, dengan menggunakan senjata gada saktinya dia terus melakukan segala upaya agar Ratu Kencana Wungu mau menepati janjinya.

Melihat kegigihan dan kenekatan Minak Jinggo yang semakin kalap, Ratu Kencana Wungu meminta bantuan Patih Lohgender (Fery Ixel) dan menyuruhnya untuk mencari cara dalam menumpah Minak Jinggo, tetapi karena kesaktiannya itu ternyata tidak dapat dikalahkan malah semakin menjadi-jadi dan bertambah kesaktiannya, dengan membabi buta ia justeru berhasil menguasai sejumlah daerah kekuasaan Majapahit.

Dalam situasi yang semakin mencekam karena pemberontakan itu, pada satu malam sang ratu bermimpi bertemu dipertemukan dengan sosok seorang pemuda yang akan berhasil menumpas kejahatan Minak Jinggo, yang mana pemuda tersebut bekerja sebagai perawat istal kuda milik Patih Lohgender.

Pemuda yang hadir di dalam mimpi sang ratu ternyata tak lain seorang pemuda sederhana bernama Damarwulan (Rico Verald), tetapi di luar dugaan Ratu Kencana Wungu, Patih Lohgender ternyata mempunyai niat buruk, ia malah hendak membunuh Damarwulan karena takut tersaingi. Tapi Damarwulan sendiri memang sudah mengetahui gelagat buruk sang patih Majapahit itu, ia sendiri memendam rasa benci kepada Patih Lohgender yang telah membuat ayah Damarwulan yaitu, Patih Udara tersingkir karena fitnah keji yang ditiupkan Patih Lohgender, begitupun dengan ibunya yang telah meninggal akibat perbuatan Patih Lohgender.

Ironisnya, wanita yang sangat ia cintai yaitu Anjasmara (Poppy Bunga) merupakan anak dari seorang pria yang dia benci, dan yang lebih parah lagi ternyata Patih Lohgender adalah pamannya sendiri.
Bagaimanakah kisah Damarwulan selanjutnya? Saksikan serial laga bertajuk Damarwulan setiap hari pukul 19.00 WIB, mulai 17 Juni 2013