Senin, 04 Juni 2012

Galaxy Superstar, Kesempatan Emas Untuk Meraih Pelatihan Ala Bintang Korea

foto-bersama-b2st-abeba
GALAXY Superstar adalah sebuah program pencarian bakat yang baru 'lahir' pada tahun 2012 ini. Setelah melalui proses panjang melalui audisi, akhirnya terpilih 11 finalis ajang Galaxy Superstar yang berangkat ke Korea Selatan. Di sana, mereka akan ditraining oleh produser handal dari Korea Selatan, Kim Do Hoon dan Kim Jin Woo.

Keberangkatan 11 finalis Galaxy Superstar ke Korea Selatan memang sudah menjadi bagian dari rencana pencarian bakat Galaxy Superstar. Nantinya, setiap satu bulan sekali akan ada sistem eliminasi bagi para finalis yang dinilai kurang baik atau tidak maksimal. Sistem eliminasi tersebut dinilai dari hasil evaluasi para trainer.

"Yang tidak ikut pembuatan album berarti butuh masih training lagi di Korea lanjut atau balik training di Indonesia sesuai dengan konsep dari YS Media dan Rainbow Bridge," ujar Park Young Soo selaku Presiden Direktur YS Media yang mengadakan audisi Galaxy Superstar di Indonesia, saat ditemui di acara Media Gathering Galaxy Superstar di Restoran Hanggang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Sebelas peserta yang terpilih dan telah diberangkatkan ke Korea Selatan adalah, Maria (Jakarta), Tety (Jakarta), Firly (Jakarta), Sella (Jakarta), Jeje (Medan), Yeye (Medan), Jacky (Makassar), Ari (Makassar), Kiki (Surabaya), Arthur (Surabaya) dan Alif (Semarang). Mereka akan dibentuk dengan konsep KIN Pop alias Korea Indonesia Pop.

Kedatangan para finalis di awal-awal telah menarik banyak perhatian dari media massa yang ada di Korea sana. Kedatangan finalis Galaxy Superstar di Korea tampaknya sangat dinanti oleh media setempat. Lebih dari 20 media di Korea Selatan meliput saat press conference di sana. Dan, kesebelas peserta tesebut memperkenalkan budaya-budaya Indonesia.

"Waktu anak-anak datang ke Korea, media sudah menunggu di tempat press conference. 20 lebih media dari televisi dan news agency. Mereka promosi budaya Indonesia dan ceritakan mau menjadi jembatan antara dua Negara di bidang kebudayaan," papar Park Young Soo, Presiden Direktur PT YS Media Entertainment saat acara Media Gathering Galaxy Superstar di Restoran Han Gang, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Ternyata, media di Korea sangat antusias dengan adanya acara Galaxy Superstar ini. Pasalnya, baru di Galaxy Superstar yang menjalin kerjasama antar dua negara di bidang musik. Pada saat itu, hampir seratus artikel mengenai acara Galaxy Superstar ada di media online di Korea.

"Hari itu di internet ada hampir 100 lebih artikel tentang finalis Galaxy Superstar. Major Daily news paper memberi 2 halaman utama," imbuhnya.

Pada tayangan 3 minggu yang lalu, Jacky yang merupakan finalis asal Makassar harus menjadi finalis pertama yang terleliminasi . Jacky pun harus kembali ke Indonesia.

Bagi penulis sendiri, menonton Galaxy Superstar tak ubahnya menonton Dream High bersi real. Dalam setiap episode ditampilkan bagaimana mereka menjalankan berbagai misi yang meliputi banyak hal. Tidak hanya menyanyi dan menari, terkadang mereka juga diminta menjalankan misi-misi lain seperti menampilkan Korea dalam sebuah foto kemudian mempresentasikannya di depan juri. Tak hanya latihan dan tampil, di Korea 11 finalis Galaxy Superstar juga mendapat kejutan menyenangkan: Bertemu B2ST.
Misi berjalan baik, saatnya peserta GS mendapat hiburan menyenangkan dan kejutan istimewa. Selain diajak berjalan-jalan ke Samsung Delight Zone untuk mencicipi berbagai perangkat teknologi terbaru Samsung, mereka menghadiri jamuan makan malam bersama Duta Besar Indonesia untuk Korea. Hampir dua bulan hidup dengan kimchi dan teman-temannya, anak-anak GS mendadak “brutal” saat melihat hidangan berupa rendang, ikan mas, tahu goreng, pecel, serta lalapan dan sambal.
Jumat (4/5) sore, peserta GS kembali mendapat kejutan saat dipertemukan dengan tamu spesial, B2ST! Kedatangan B2ST di tempat latihan jelas membuat peserta GS cukup shock, sesuai judul lagu B2ST. Sella si pengagum setia B2ST sampai kehabisan kata-kata saat dipertemukan dengan idolanya. “Aku senang banget, tapi menyesal karena enggak bisa foto bareng mereka sendirian. Aku speechless, enggak bisa berkata-kata di depan mereka,” ungkapnya antusias.
Meski Yoseob tak bisa hadir karena jadwalnya bentrok, acara ini terasa seperti pertemuan antara senior dan junior, karena mereka sama-sama siswa pelatihan Rainbow Bridge.
Di hadapan B2ST, Firly, Arthur, dan Alif unjuk kebolehan mereka menarikan lagu “Shock”. Setelah melihat aksi juniornya, Gikwang memberi sedikit saran, “Sebenarnya gerakan kalian sudah cukup bagus. Tetapi di bagian refrein terlihat kurang bertenaga.” Ia tak segan mengajarkan bagaimana gerakan tarian “Shock” yang baik dan benar.
Setelah itu, giliran Jeje, Maria, dan Tety beraksi dengan lagu “Trouble Maker”, lagu duet Hyun Seung dengan HyunA 4Minute. “Kalian sudah bagus, tetapi karena kalian bertiga, jadi ada beberapa gerakan yang diubah, ya?” kata Hyun Seung. Usai tutorial singkat dari B2ST, sesi foto bersama tak terlupa. Kami, para wartawan, lanjut dengan sesi wawancara.

Pada tayangan 3 minggu yang lalu, Jacky yang merupakan finalis asal Makassar harus tereliminasi dan pulang kembali ke Indonesia,

Sayangnya, durasinya sendiri hanya sekitar 1 jam saja setiap minggunya sehingga sulit mengikat dan menarik perhatian penpnton. Terbukti dari segi rating Galaxy Superstar jauh di bawah program serupa semisal Indonesian Idol. Galaxy Superstar tayang setiap hari Minggu Pkl.19.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar