Rabu, 13 Maret 2013

RESENSI FILM : 'Oz the Great and Powerful', Efek Canggih dengan Cerita Minim

SETTINGNYA ada pada tahun 1905 di daerah Kansas. Tersebutlah seorang pesulap bernama Oscar Diggs alias Oz (diperankan James Franco) yang harus mengadakan perjuntukkan di sebuah kota kecil. Oscar seorang pesulap rendahan yang ikut rombongon sirkus. Ia seorang penakluk wanita yang punya impian menggabungkan kejeniusan Thomas Alva Edison dan kehebatan sulap Harry Houdini. Pacarnya di Kansas, Annie (Michelle Williams) mengatakan akan menikahi seorang petani Kansas bermarga Gale.

Saat mengadakan pertunjukkan, keadaan tidak menjadi baik. Orang-orang memprotesnya karena merasa ditipu trik sulapanya yang murahan. Sebetulnya, Oz mendapat bencana saat seorang gadis kecil minta disembuhkan supaya kakinya bisa berjalan. Namun OZ malah meninggalkan panggung dan menutup pertunjukannya. Bencana lain datang saat angin puting beliung menyapu daratan, menerbangkan Oscar yang tengah berada di balon udara. Saat itu juga ia berjanji pada Tuhan akan berubah jika Tuhan masih memberikannya kehidupan.Ia selamat namun tiba di sebuah negeri aneh. Ia sampai ke negeri ajaib Oz. Oh yah, bagian awal saat Oscar masih di Kansas gambarnya hitam-putih dengan aspek rasio layar kecil (mirip The Artist) dan kemudian melebar dan berwarna ketika ia sampai di Oz.
Balon yang ditumpanginya mendadak oleng dan malah jatuh dari ketinggian dan meluncur dari air terjun. Beruntung OZ masih selamat juga. Ia malah tiba di tempat di mana bunga raksasa bermekaran dengan indah. Saat itu ia pun bertemu dengan seorang penyihir cantik bernama Theodora (Mila Kunis). Theodora mengira jika Oz adalah penyihir agung yang akan menyelamatkan negeri Oz dari ancaman seorang penyihir hitam yang tinggal di hutan terlarang. Diiming-imingi harta berlimpah dan akan menjadi seorang pemimpin negeri, Oz pun mengikuti Theodore pergi ke istana. Dalam perjalanan ia menyelamatkan seekor monyet yang bisa berbiacara bernama Finley. Uniknya monyet ini mempunyai sayap dan bisa terbang. Ia juga berpakaian ala penjaga pintu hotel.

Oz-The-Great-and-Powerful-Michelle-Williams1
Mula-mula, Oscar alias Oz membuat Theodora terpesona. Mereka berciuman dan Theodora mengira Oscar betulan jatuh hati padanya. Bertemu Evanora, Oscar juga memamerkan pesonanya. Ia meminta Oscar membunuh Glinda. Tapi kemudian ketahuan kalau penjahat sebetulnya adalah Evanora. Oscar memilih pergi dengan Glinda (Michelle Williams). Hal ini membuat Theodora patah hati. Dalam kemarahan, Evanora memberinya apel hijau beracun yang membuatnya jadi penyihir hijau yang lebih kejam. Saat mmenawarkan mantra pemikat, Theodora menolaknya dan ingin menunjukkan pada Oz jika wujud buruk rupanya sekarang adalah perbuatan dari Oz yang telah mengkhianatinya.
Oz tidak hanya ditemani oleh Finley, sang monyet. Ia juga ditemani oleh sesosok boneka keramik berwujud gadis cilik. Oz menyelamatkan kakinya dari kelumpuhan dengan merekatkan lem ke kedua kakinya yang mungil. Sejak itu, dengan setia, si boneka keramik dan Finley setia menemani Oz.

Bersama dengan Glinda dan juga rakyat pulau gelembung, Oz dipaksa memutar otak untuk memimpin peperangan melawan pasukan jahat Evanora dan Theodora. Sayangnya, rakyat pulau gelembung dilarang untuk membunuh. Yang artinya, apakah peperangan bisa dimenangkan tanpa membunuh secara langsung dengan tangan mereka?

Oz tidak patah arang, ia akhirnya menemukan sebuah taktik untuk mengalahkan pasukan Evanora yang berupa gorila terbang. Mampukah OZ dan pasukannya memenangi perang dengan strategi perang mereka?

***
Secara keseluruhan, selain efek yang menyegarkan mata, alur cerita film ini mudah tertebak. Termasuk kejutan ternyata Evanora lah yang jahat, dari awal, penulis sudah menerka-nerka ceritanya. Selanjutnya, James Franco tampil dengan flat. Saat berakting bersama karakter animasi buatan seperti Finley sang monyet ataupun boneka keramik, tatapannya kosong dan tidak bermain. Akting Mila Kunis selaku Theodore malah lebih prima daripada akting pemain lainnya. Meyakinkan saat ia mulai jatuh cinta, tersakiti dan akhirnya berubah menjadi jahat.

Tapi karena memang ekspetasi penulis tidak tinggi pada film Oz ini, penulis tidak terlalu kecewa dengan alur ceritanya. Toh film ini bahkan sempat menjadi Trending Topic loh, yang artinya banyak juga yang beranggapan jika film ini 'menyenangkan'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar