Selasa, 11 Desember 2012

TOP 10 Sinetron dengan Jumlah Episode Terpendek Selama Tahun 2012

DALAM industri sinetron kita saat ini, tidak ada yang bisa memastikan berapa jumlah episode sebuah sinetron. Pengelola TV, produser, sutradara, dan penulis skenario tidak bisa menentukan jumlah episode sebuah sinetron harian. Usia sebuah sinetron harian, atau program TV apapun, bergantung pada rating.
Kalau ratingnya tinggi, masa tayangnya pasti lama. Sebaliknya jika rating tidak sesuai harapan pengelola TV, ya siap-siap saja diberhentikan dengan ending yang mendadak atau bahkan tidak mempunyai ending.


Sepanjang tahun 2012, hanya sinetron Saranghae I Love You yang tayang setelah proses syuting selesai. Sinetron ini hanya mempunyai total 30 episode saja. Namun dengan hal ini justru menambah nilai plus untuk sinetron yang dibintangi Tim Hwang dan Revalina S Temat ini. Seandainya saja semua sinetron seperti ini, pasti kualitasnya akan jauh lebih baik lagi.
Selama tahun 2012 ini, terlepas apapun alasannya, ini 10 sinetron harian dengan jumlah episode terpendek. Kami urutkan dari yang pendek sampai yang terpendek.

10. Mencari Jejak Bunda (19 November-7 Desember)

Hadir dengan performa yang menjanjikan dengan melanjutkan kesuksesan sinetron pagi Bukan Salah Takdir, sinetron Mencari Jejak Bunda stabil memperoleh share 17-22 persen yang selalu dikantongi saat pukul 10.00 WIB. Di minggu kedua, mulai terlihat penurunan. Anjlok di bawah 15%. Tak kunjung membaik, Mencari Jejak Bunda yang menempatkan Ghea D'Syawal dan Hengky Kurniawan ini malah berakhir di minggu ketiga dengan total 15 episode. Endingya, Ghea malah bersatu dengan Rico Verald, bukan Hengky Kurniawan. Endingnya sedikit banyak mirip dengan Kuch Kuch Hota Hai.  Pada saat menjelang pernikahan, karakter yang dimainkan oleg Ghea terus bersedih dan menangis, dan akhirnya Hengky Kurniawan merelakan Ghea untuk Rico Verald. Adegan ditutup dengan adegan pelukan antara Ghea dengan Rico Verald.

9. iSkul Musikal (8-20 April)

Sinetron SinemArt identik dengan pemain terkenal. Namun untuk iSkul Musikal, pemain utamanya didominasi wajah-wajah baru. Hasilnya? Jeblok. Sinetron ini hanya bertahan 13 episode. Sebelum tayang, banyak netizen yang menuduh iSkul menyadur serial Glee (Amerika Serikat) atau Dream High (Korea Selatan). Sama-sama musikal, sih. Tapi cerita iSkul tidak ada menyadur Glee atau Dream High. Yang bikin seru, semua pemain ini menyanyikan lagu sendiri. Suara bagus, aransemen baru pun catchy. Sayangnya persiapan yang cukup matang ini gagal mencuri perhatian penonton. Sempat dimasukkan beberapa artis populer SinemArt sebagai bintang tamu: Asmirandah, Nabila Syakieb, Aura Kasih, Baim Wong, Miller Khan, dan banyak lagi. Tapi tak mampu mendongkrak jumlah penonton sinetron yang tayang di RCTI ini. Kuat dugaan, ceritanya yang tidak ada greget membuat penonton jenuh. Padahal, pada episode perdananya, ratingnya cukup meyakinkan, yakni berada di peringkat 8 dengan TVR 3.6 dan share 14.2%. Sayang pada episode keduanya melorot ke posisi 20 dengan TVR 2.4 dan share 9.9%. Kemudian ratingnya terus merosot, bahkan sharenya pernah mencapai hanya dengan 6.3% di episode ke 11 nya.

8. Aku Suka Dia (16 Mei-4 Juni)

Semester pertama 2012, performa sinetron RCTI sedang mengalami penurunan. Kalau sebelumnya sinetron produksi SinemArt mendominasi RCTI, bulan Mei 2012 masuk Rapi Films dengan judul Aku Suka Dia. Padahal sebelumnya, promonya sempat muncul di Indosiar dengan judul Bunga-Bunga Cinta, namun entah karena faktor apa, akhirnya sinetron ini justru tayang di RCTI dengan judul baru. Sinetron bergenre remaja ini dibintangi oleh Stefan William, Rana Audi Marissa, dan Rizky Alatas. Sayang, sinetron ini tak mampu berbuat banyak. Episode perdananya berada di peirngkat 33 dengan TVR 1.9 dan share 9.7%. Namun di episode selanjutnya mengalami peningkatan dan akhirnya pernah meraih posisi 10 besar. Namun karena ekspetasi RCTI yang tidak mampu dicapai, akhirnya Aku Suka Dia berakhir pada episode 13. Padahal menurut salah satu penulisnya, Aku Suka Dia sudah syuting sampai episode 19, yang merupakan episode pamungkas. Kalau begini, harapan pemirsa bisa menikmati episode terakhirnya adalah jika Aku Suka Dia tayang di stasiun TV Malaysia atau Singapura.

7. Cahaya Gemilang (19-29 Februari)

Setelah meraih SCTV Awards 2011 sebagai Aktris Paling Ngetop, wajah Yuki Kato tak pernah absen dari layar SCTV. Setelah Gol-Gol Fatimah dan Dia Atau Diriku (keduanya Rapi Films), Yuki menjadi pemeran utama sinetron Cahaya Gemilang milik Verona Pictures. Di sinetron ini, Yuki dipasangkan dengan Adipati Dolken yang sekarang lebih aktif di layar lebar. Ceritanya sebenarnya cukup komersil, lho. Ada anak yang terpisah, perselingkuhan, dan tentu saja rebutan harta. Toh ratingnya tak begitu bagus. Berakhir secara terburu-buru di episode 12. Setelah itu, Yuki seharusnya membintangi Otomatis Jatuh Cinta, sinetron produksi Screenplay yang diplot tayang di SCTV. Tapi hanya beredar promo dan tak pernah tayang. Sekarang malah beredar rerun sinetron Yuki ketika masih kecil berjudul Heart The Series yang justru memperoleh rating yang gemilang.

6. Kutunggu Ibu di Stasiun: The Series (20-31 Agustus)


Melihat FTV-nya mendatangkan share yang cukup baik, Indosiar pun mempercayakan Rapi Films untuk membuat versi serial Kutunggu Ibu di Stasiun (KIDS). Masih berkisah tentang anak-anak kecil yang ditinggal pergi ibunya (Lyra Virna). Ternyata sang ibu mengalami musibah hingga membuatnya amnesia. Akhirnya anak-anak ini harus berjuang sendiri di jalanan untuk bertahan hidup. Tayang mulai H+1 Lebaran, mungkin pecinta sinetron belum ngeh. Apalagi promonya di Indosiar terbilang jarang. Tak heran jika sharenya di bawah 10 persen. Episode perdananya bahkan tak menembus top 30. Kutunggu Ibu Di Stasiun The Series berakhir di episode 12.


5. Kisah Rama Shinta (26 Maret-6 April)

Evan Sanders pernah sukses dengan sinetronnya Kesetiaan Cinta, Antara Cinta dan Dusta, Sandra Dewi pernah sukses dengan Cinta Indah, dan Ali Syakieb dengan Pesantren & Rock n Roll, masing-masing pernah membintangi sinetron sukses. Namun ketika disatukan, hasilnya tak sesuai harapan. Padahal cerita sinetron produksi Screenplay ini terbilang unik. Karakter wayang Rama (Ali Syakieb) dan Shinta (Sandra Dewi), berbaur dengan manusia melalui dalang Arya (Evan Sanders). Jam tayangnya yang dipasang Indosiar sebelum Tutur Tinular versi 2011 yang saat itu masih setia menghuni 10 besar, tak mampu membuat Kisah Rama Shinta bersaing dengan Fathiyah atau Putih Abu-abu yang kala itu sedang bagus-bagusnya. Sinetron ini digarap oleh penulis skenario Gustin Suradji yang sebelumnya sukses menelurkan sinetron stripping Antara Cinta dan Dusta yang bertahan hingga ratusan episode. Sayangnya, jumlah episode Kisah Rama Shinta tak seberuntung itu karena hanya mampu bertahan 10 episode saja.

4. Abu Nawas dan Paman Jin (27 Agustus-2 September)

Ingat Yuga, karakter anak kecil yang menggemaskan di sinetron Cinta Fitri? Anbo Ontocheno, diberi kesempatan oleh Screenplay untuk menjadi pemeran utama dalam sinetron fantasi berjudul Abu Nawas dan Paman Jin. Sinetron yang tayang di SCTV ini turut didukung oleh Aming dan Ronny Dozer. Karena share-nya yang kurang baik, sinetron ini hanya bertahan seminggu, membukukan 7 episode. Padahal sebelumnya, ScreenPlay pernah sukses dengan sinetron Badil dan Blangkon Ajaib yang secara rating menjadi kuda hitam, tidak diunggulkan, namun ternyata bisa mencapai prestasi bagus.

3. Abay Anak Ajaib (3-7 September)

Sejatinya, sinetron ini mirip dengan sinetron yang tayang di B Channel kala itu berjudul Si Mamat Anak Metropolitan. Penokohan dan setting juga hampir sama. Dibintangi Akbar Alkatiri, Umay Shahab, dan Adi Bing Slamet, Abay Anak Ajaib adalah sinetron anak dengan selipan religi dan budaya
betawi. Teladan yang baik seperti Abay yang ingin membangun masjid, mewarnai episode sinetron produksi Verona Pictures ini. Respon penonton yang adem ayem, sampai terlempar dari 10 besar, membuat Indosiar hanya memberi kesempatan seminggu untuk sinetron ini tayang. Abay berakhir di episode 7.

2. Ajari Aku Karate (8-14 Oktober)

Ada artis cilik baru bernama Zidan yang bernaung di Rapi Films. Kalau ada FTV tearjerker yang dibintangi Zidan, kebanyakan meraih share bagus. Mungkin ini alasan Indosiar mempercayakan Zidan untuk bermain dalam stripping Ajari Aku Karate (AAK), meski sebelumnya kurang berhasil dalam Kutunggu Ibu di Stasiun: The Series. Dalam Ajari Aku Karate, Zidan tak terlalu mendominasi, sih. Masih ada konflik dewasanya, diwakili oleh karakter yang dimainkan Tya Ariestya dan Keith Foo. Jarak antara rilis promo dan tayang perdana yang terlalu mepet, dan pemain yang tak terlalu akrab bagi pecinta sinetron, membuat sinetron ini hanya meraih share di kisaran 5. Parahnya lagi, episode perdana Ajari Aku Karate bahkan tidak menembus 100 besar, dengan TVR 0.8 dan share 4.4%. Pantas saja pada akhirnya sinetron ini hanya mampu bertahan cuma sampai episode 7.

1. Layla Majnun (1-5 Oktober)


Inilah sinetron dengan jumlah episode terpendek sepanjang 2012. Pasca Tutur Tinular, Indosiar sempat terpuruk dengan sinetron penggantinya semisal Hikayat Alibaba maupun Layla Majnun ini sendiri. Setelah Kisah Sembilan Wali yang ratingnya kurang memuaskan, masih harus mendapat protes dari umat Hindu di Bali, Indosiar kembali mempercayakan Gentabuana Paramita untuk membuat Layla Majnun. Dilihat dari episode pertama, adegan fighting terbilang meyakinkan. Alurnya pun cepat. Entahlah karena jumlah karakter yang terlalu banyak, atau chemistry Vanessa Angel-Ridwan Ghany yang kurang menggigit, Layla Majnun tak mampu menembus 50 besar.  Tertinggal jauh dari acara yang tayang bersamaan; Tukang Bubur Naik Haji (RCTI), Opera Van Java (Trans 7), Jagoan Silat (MNCTV), Raden Kian Santang (MNCTV), serta FTV (SCTV).  Padahal, dari segi eksekusi terlihat repared. Adegan fighting yang digarap di perbukitan cukup meyakinkan. Alurnya pun terbilang cepat dan tak bertele-tele. Apakah berarti era kolosal sudah berakhir? Tidak juga. Raden Kian Santang masih stabil di 5 besar.Akhirnya, Layla Majnun hanya tayang 5 hari alias 5 episode saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar