Kamis, 30 Mei 2013

Tisa TS (Penulis Skenario "Love in Paris Season 2") Belajar Nulis Skenario dari Draft Film "Ada Apa dengan Cinta?"

KESUKSESAN sebuah sinetron yang tayang di TV Nasional tidak lepas dari peran utama seorang script writer nya atau sang penulis skenario. Menjadi seorang penulis skenario untuk sinetron kejar tayang tentu tidaklah mudah karena dituntut untuk luwes dan cekatan dalam mengolah skenario cerita yang ada. Pergerakan rating yang mendadak tentu saja menjadi faktor utama perubahan cerita. Bisa saja cerita yang sudah dibikin dalam beberapa episode mendatang langsung berubah setelah kabar mengenai rating datang. Namun tekanan yang banyak tersebut  terbayar dengan gaji yang menggiurkan.

Edisi artikel kali ini spesial karena penulis akan mengulas tentang salah satu penulis skenario yang sudah cukup lama berkecimpung dalam bidang ini. Tentu untuk anda penggemar sinetron remaja Arti Sahabat ataupun drama teranyar Love in Paris Season 2 sudah tidak asing lagi dengan penulis cantik yang satu ini. Yah, Tisa TS kembali menelurkan karya teranyarnya yang sekarang masih tayang di SCTV. Penasaran dengan bincang-bincang kami? Simak wawancaranya di bawah ini :

Bagaimana awal perkenalan Anda dengan dunia menulis?

Waktu SD, Mama kirim cerita yang aku suka buat ke majalah anak-anak. Berawal dari ‘gila’ membaca,   aku jadi suka bikin cerita dan akhirnya dimuat jadi cerita bergambar di majalah anak-anak. 

Aapakah sewaktu menulis dahulu, Anda yakin menulis akan jadi profesi yang menghasilkan, bukan hanya sekedar hobi?

Dulu mulai menyukai menulis sejak kelas 4 SD sepertinya, jadi belum mengerti soal profesi karena aku suka saja (menulis). Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya makin ke sini makin serius.

Bisa diceritakan secara singkat tidak, perjalanan karir Anda? Pada saat itu, Anda berhasil menulis skenario untuk apa? Dan kalau boleh tahu berapa honor Anda ketika menulis skenario pertama itu?

Berawal dari waktu SMP mulai suka kirim-kirim cerpen ke majalah-majalah remaja. Saat dimuat makin semangat (menulis).Saat kuliah dan pas banget waktunya lagi nyusun skripsi, aku mulai kerja di Aneka Yess sebaai reporter. Tahun 1999 sampai dengan tahun 2001 tetep di Aneka, pindah ke popular jadi redaksi satu tahunan mendadak jadi niat menulis skenario, tapi saat itu buta banget (tentang penulisan sekenario), jadi aku beli buku skenario Ada Apa dengan Cinta? Aku nyontek draft nya dan bikin cerita sendiri serta nawarin ala sales door to door ke PH-PH (rumah produksi). Itu terjadi sekitar tahun 2003.

PH kecil saat itu. Aku bikin misteri kisah nyata di Lativi (sekarang jadi TV One), kemudian Prima Entertaiment pada saat jamannya Pak Leo Sutanto (produser SinemArt), aku bikin sejumlah FTV. Dan honor pertama di PH kecil itu Cuma satu juta.

Tidak lama setelah itu, Pak Leo Sutanto bikin PH sendiri. Waktu itu namanya masih Lensa Film, aku dipercaya beliau menulis skenario Kenapa Harus Inul? Kemudian mendapatkan kepercayaan lebih besar menulis untuk sinetron Di sini Ada Setan dimana saat itu juga, aku juga nulis di Rapi Film dengan judul Dina dan Lisa serta Inikah Rasanya?

Bagaimana Anda bisa direkrut oleh PH ScreenPlay padahal selama ini, Anda menulis untuk Rapi Film?

Iya, aku di Rapi Film memang paling lama yaitu selama 9 tahun meski putus nyambung, tapi ini paling awet. Kebetulan beberapa PH termasuk ScreenPlay mengajak bergabung  udah lama, tapi saat itu aku masih sibuk. Karena aku kalau lagi fokus di satu PH, meski nggak eksklusif, aku nggak mau kemana-mana. Nggak ngoyo juga sih, yang penting nyaman dengan PH nya dan karyanya. Sampai setahun kemudian, Rapi Film lagi vakum sampai beberapa bulan, nah justru produsernya yang menyarankan aku menulis dulu di luar (Rapi Film), karena kita udah kayak saudara. Mungkin emang jodoh dengan ScreenPlay, saat itu aku lagi cukup intens dapat masukan dari produser Rapi Film, beliau bilang, ScreenPlay is Oke untuk aku. Jadi aku coba dan ternyata jodoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar